PERAN KOMUNIKASI YANG EFEKTIF DALAM PERKEMBANGAN BISNIS WIRAUSAHA
I. PENDAHULUAN
Perkembangan dunia bisnis yang semakin dinamis menuntut factor-faktor yang mendukung keberhasilan suatu bisnis juga harus menikuti perkembangan bisnis itu sendiri. Suatu bisnis selalu berhubungan dengan bagaimana cara seseorang untuk mengelola bisnisnya yang biasanya terkait juga dengan bagaimana memantain suatu organisasi. Dengan fungsi-fungsi manajemen (keuangan, operasional,keuangan, dan pemasaran) manajer dituntut untuk memaksimalkan semua resources yang dimiliki perusahaan untuk menghasilkan kinerja perusahaan yang prima. Sebuah perusahaan tentu saja terdiri dari hierarki –hierarki jabatan, untuk menciptakan kesinergisan diantara hierarki-hierarki tersebut seorang manajer harus dapat berkomunikasi dengan level dibawah maupun diatasnya dengan baik.Disinilah peran komunikasi bisnis berfungsi sebagai salah satu key success factor yang sangat berperan terhadap keberhasilan perusahaan.
Kutipan di sebuah Koran mengatakan tidak peduli seberapa berbakatnya seseorang, betapapun unggulnya sebuah produk, atau seberapa kuatnya sebuah kasus hukum, kesuksesan tidak akan pernah diperoleh tanpa penguasaan ketrampilan komunikasi yang efektif. Apakah anda sedang mempersiapkan presentasi, negosiasi bisnis, melatih tim bola basket, membangun sebuah teamwork, bahkan menghadapi ujian akhir gelar kesarjanaan, maka efektifitas komunikasi akan menentukan kesuksesan anda dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Kemampuan anda dalam mengirimkan pesan atau informasi dengan baik, kemampuan menjadi pendengar yang baik, kemampuan atau ketrampilan menggunakan berbagai media atau alat audio visual merupakan bagian penting dalam melaksanakan komunikasi yang efektif.
Diberbagai belahan dunia entrepreneurship merupakan isu yang sedang marak berkembang, bahkan diramalkan kurang lebih sepuluh tahun dari sekarang yaitu sekitar tahun 2017 masyarakat dunia akan lebih mempertimbangkan untuk membuka bisnis sendiri ketimbang bekerja untuk orang lain. Untuk menjalankan suatu bisnis kompetensi yang dibutuhkan dalam komunikasi bisnis berbeda dengan jika kita bekerja dalam suatu perusahaan, dalam berwira usaha banyak fungsi yang harus kita kuasai. Pemasaran memegang peran penting dalam perkembangan bisnis kita. Sebaik apapun barang yang kita produksi jika tidak didukung oleh strategi pemasaran yang jitu hanya akan menghasilkan penetrasi pasar dan market share yang tidak maksimal.Disini pengemasan sarana komunikasi menjadi menarik dan menjual sangatlah penting.
II. LANDASAN TEORI
II.I. KOMUNIKASI
Menurut William C. Himstreet dan Wayne Murlin Baty dalam Business Communication : Principle and Methods, komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antar individu melalui suatu system yang biasa (lazim) baik dengan symbol-simbol. Sinyal-sinyal, maupun prilaku atau tindakan. Dari pernyataan diatas dapat diasumsikan bahwa proses komunikasi melibatkan lebih dari satu orang yang mencakup komunikasi verbal maupun non verbal.
Sedangkan jika dikutip dari Robbins (2002), komunikasi adalah memelihara motivasi dengan memberikan penjelasan kepada para karyawan tentang apa yang harus dilakukan, seberapa baik mereka mengerjakannya dan apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja jika sedang berada di bawah standar
II.II. PROSES KOMUNIKASI
Selanjutnya mengutip dari pernyataan Court L. Bovee dan John V. Thil dalam Business Communication Today proses komunikasi terdiri dari enam tahap, yaitu :
1. Pengirim mempunyai suatu ide atau gagasan
Dalam berkomunikasi kita harus mengetahui apa isi yang ingin disampaikan, ide merupakan sarat mutlak sebagai suatu modal awal dalam proses komunikasi, tetapi ide ini baru bersifat abstrak maka harus melaliu tahapan berikutnya agar dapat dimengerti oleh orang yang menjadi target sasaran penyampaian pesan tersebut, tahap satu ini disebut juga sebagai tahap abstraksi.
2. Pengirim mengubah ide menjadi suatu pesan
Setelah melalui tahap abstraksi, ide harus dikonversikan kedalam bentuk pesan agar dapat dimengerti oleh penerima.
3. Pengirim menyampaikan pesan
Ide yang telah dikonversikan kedalam bentuk pesan dikirimkan, pengiriman pesan ini berperan sangat penting yang dapat mempengaruhi reaksi si penerima. Pada saat pengiriman pesan harus dikemas semenarik mungkin dan semudah mungkin dimengerti agar penerima pesan tertarik untuk mengetahui isi pesan yang disampaikan dan dapat dapat mengerti apa yang disampaikan ( agar tidak terjadi miscommunication).
4. Penerima menerima pesan
First impression sangatlah penting dalam tahap ini.
5. Penerima menafsirkan pesan
Perbedaan persepsi mungkin saja terjadi antara pengirim pesan dan pemerimanya.Karena itu pada saat pengkonversian ide menjadi pesan sebaiknya dibuat semudah mungkin dimengerti agar pada saat tahap penafsiran pesan ini tidak terjadi masalah.
6. Penerima memberi tanggapan dan mengirim umpan balik kepada pengirim.
Feedback penerima dapat berupa hal positif maupun negative.Dua-duanya bias menjadi kekuatan untuk pengirim.
II.III.KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
Jika tahap-tahap dalam proses komunikasi sudah dapat dilewati dengan baik dapat dikatakan proses komunikasi nerjalan lancar sehingga tercipta komunikasi yang efektif, criteria yang harus dipenuhi untuk menjadikan suatu komunikasi menjadi efektif adalah :
1. Persepsi
Komunikasi dapat menjadi efektif jika terjadi kesamaan persepsi antara pengirim dan penerima berita.
2. Ketepatan
Secara umum, audiens mempunyai suatu kerangka berfikir. Agar komunikasi yang dilakukan mencapai sasaran, maka seseorang perlu mengekspresikan sesuatu sesuai dengan apa yang ada dalam kerangka berfikir mereka.
3. Kredibilitas
Dalam berkomunikasi , komunikator perlu memiliki suatu keyakinan dahwa para audiensnya adalah orang-orang yang dapat dipercaya demikian juga sebaliknya.
4. Pengendalian
Dalam berkomunikasi audiens akan memberikan suatu reaksi atau tanggapan terhadap pesan yang disampaikan.Reaksi audiens tergantung pada berhasil atau tidaknya komunikator mengendalikan audiensnya saat melakukan komunikasi.
5. Keharmonisan
Keharmonisan ini dimaksudkan agar komunikator dapat teris memantain audiencenya sehingga terjadi hubungan jangka panjang yang baik .
Komunikasi yang efektif juga mencakup lima komponen atau unsur penting dalam komunikasi yang harus kita perhatikan yaitu: pengirim pesan (sender), pesan yang dikirimkan (message), bagaimana pesan tersebut dikirimkan (delivery channel atau media), penerima pesan (receiver), dan umpan balik (feedback).
Disinilah letak pentingnya kemampuan mengembangkan komunikasi yang efektif yang merupakan salah satu ketrampilan yang amat diperlukan dalam rangka pengembangan diri kita baik secara personal maupun profesional. Paling tidak kita harus menguasai empat jenis ketrampilan dasar dalam berkomunikasi yaitu: menulis – membaca (bahasa tulisan) dan mendengar – berbicara (bahasa lisan).
Menurut Stephen Covey, justru komunikasi merupakan ketrampilan yang paling penting dalam hidup kita. Kita menghabiskan sebagian besar jam di saat kita sadar dan bangun untuk berkomunikasi. Sama halnya dengan pernafasan, komunikasi kita anggap sebagai hal yang otomatis terjadi begitu saja, sehingga kita tidak memiliki kesadaran untuk melakukannya dengan efektif. Kita tidak pernah dengan secara khusus mempelajari bagaimana menulis dengan efektif, bagaimana membaca dengan cepat dan efektif, bagaimana berbicara secara efektif, apalagi bagaimana menjadi pendengar yang baik. Bahkan untuk yang terakhir, yaitu ketrampilan untuk mendengar tidak pernah diajarkan atau kita pelajari dalam proses pembelajaran yang kita lakukan baik di sekolah formal maupun pendidikan informal lainnya. Bahkan menurut Covey, hanya sedikit orang yang pernah mengikuti pelatihan mendengar. Dan sebagian besar pelatihan tersebut adalah teknik Etika Kepribadian, yang terpotong dari dasar karakter dan dasar hubungan yang mutlak vital bagi pemahaman kita terhadap keberadaan orang lain.
Stephen Covey menekankan konsep kesalingtergantungan (interdependency) untuk menjelaskan hubungan antar manusia. Unsur yang paling penting dalam komunikasi bukan sekedar pada apa yang kita tulis atau kita katakan, tetapi pada karakter kita dan bagaimana kita menyampaikan pesan kepada penerima pesan. Jika kata-kata ataupun tulisan kita dibangun dari teknik hubungan manusia yang dangkal (etika kepribadian), bukan dari diri kita yang paling dalam (etika karakter), orang lain akan melihat atau membaca sikap kita. Jadi syarat utama dalam komunikasi efektif adalah karakter yang kokoh yang dibangun dari fondasi integritas pribadi yang kuat. Kita bisa menggunakan analogi sistem bekerjanya sebuah bank. Jika kita mendeposito-kan kepercayaan (trust) kita, ini akan tergambar dalam perasaan aman yang kita miliki ketika kita berhubungan dengan orang lain. Jika saya membuat deposito di dalam rekening bank emosi dengan Anda melalui integritas, yaitu sopan santun, kebaikan hati, kejujuran, dan memenuhi setiap komitmen saya, berarti saya menambah cadangan kepercayaan Anda terhadap saya. Kepercayaan Anda menjadi lebih tinggi, dan dalam kondisi tertentu, jika saya melakukan kesalahan, anda masih dapat memahami dan memaafkan saya, karena anda mempercayai saya. Ketika kepercayaan semakin tinggi, komunikasi pun mudah, cepat, dan efektif.
Covey mengusulkan enam deposito utama yang dapat menambah rekening bank emosi dalam hubungan kita dengan sesama:
II.IV. KEWIRAUSAHAAN
Dalam konteks makalah ini, komunikasi efektif dikaitkan oleh user wirausahawan yang tentu saja akan banyak menggunakan sarana komunikasi dalam perkembangan bisnisnya. Kewirausahaan itu sendiri adalah suatu proses dimana seseorang atau kelompok menggunakan suatu usaha yang terorganisir untuk mengejar peluang, menghasilkan nilai, laba dan pertumbuhan untuk keunikan dan inovasi, (Yuyun Wirasasmita;2007). Sedangkan wirausahawan didefinisikan oleh Joseph Schmpeter sebagai berikut : Entrepreneur adalah innovator dan sekaligus “creatively destructs” /creative destruction, dimana produk-produk, proses,gagasan dan usaha yang digantikan dengan proses yang lebih bagus. Dengan proses “creative desctruction”, inefisiensi, inefektif digantikan dengan yang baru yang lebih baik.
Sudah kita ketahui bersama bahwa seorang wirausahawan haruslah dapat mencari bahkan menciptakan peluang. “Tuntutan bagi seorang wirausahawan adalah mencari dan menemukan apa yang dibutuhkan orang dan bagaimana memenuhi kebutuhan tersebut dangan sebaik-baiknya” (Yuyus Suryana;2007).
Peran komunikasi yang efektif dalam perkembangan bisnis wirausahawan dapat digambarkan sebagai berikut :
GAP analsis
Komunikasi dengan target pasar (Survey)
Inovasi produk,proses,layanan
Produk hasil inovasi
Komunikasi dengan terget pasar (Marketing)
Ekspektasi > Performa
Kepuasan Pelanggan
Target Tercapai
Profit Perusahaan Meningkat
III. ANALISA DAN PEMBAHASAN
Tantangan bisnis kian hari kian bertambah, para wirausahawan dihadapkan oleh persaingan baik dengan pengusaha lokal,regional maupun internasional. Para wirausahawan dituntut untuk dapat mengakses informasi secara cepat untuk dapat memenuhi ekspektasi konsumen terhadap produk dan layanan yang semakin meningkat.
Peran komunikasi yang efektif akan sangat mempengaruhi perkembangan bisnis seseorang. Komunikasi bukan hanya peoses yang melibatkan pihak eksternal, tetapi juga tentunya melibatkan pihak internal. Dalam hal kewirausahaan, wirausahawan harus dapar mengorganisir perusahaannya dengan baik. Salah satunya hal penting yang harus di organisir adalah human resources. Peran komunikasi dalam pemanfaatan sumberdaya menusia bukan hanya sekedar melakukan komunikasi agar pekerja mau melakukan tugasnya. Tetapi lebih kepada memotivasi dengan cara memberi penjelasan kepada karyawan tentang apa yang harus dilakukannya, seberapa baik mereka mengerjakannya dan apa yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kinerja mereka.
Dalam menjalankan suatu bisnis, biasanya wirausahawan memulai dari bisnis yang kecil. Agar tercipta kesinergisan didalam organisasi ada hal yang harus dilakukan oleh seorang wirausahawan kepada anak buahnya, yaitu berusaha benar-benar mengerti orang lain.
Ini adalah dasar dari apa yang disebut emphatetic communication- komunikasi empatik. Ketika kita berkomunikasi dengan orang lain, kita biasanya ”berkomunikasi” dalam salah satu dari empat tingkat. Kita mungkin mengabaikan orang itu dengan tidak serius membangun hubungan yang baik. Kita mungkin berpura-pura. Kita mungkin secara selektif berkomunikasi pada saat kita memerlukannya, atau kita membangun komunikasi yang atentif (penuh perhatian) tetapi tidak benar-benar berasal dari dalam diri kita.
Bentuk komunikasi tertinggi adalah komunikasi empatik, yaitu melakukan komunikasi untuk terlebih dahulu mengerti orang lain – memahami karakter dan maksud/tujuan atau peran oranglain.
Kebaikan dan sopan santun yang kecil-kecil begitu penting dalam suatu hubungan – hal-hal yang keciladalahhal-halyangbesar.
Memenuhi komitmen atau janji adalah deposito besar; melanggar janji adalah penarikan yabng besar.
Menjelaskan harapan. Penyebab dari hampir semua kesulitan dalam hubungan berakar di dalam harapan yang bertentangan atau berbeda sekitar peran dan tujuan. Harapan harus dinyatakan secara eksplisit.
Meminta maaf dengan tulus ketika Anda membuat penarikan.
Memperlihatkan integritas pribadi. Integritas pribadi menghasilkan kepercayaan dan merupakan dasar dari banyak jenis deposito yang berbeda.
Integritas merupakan fondasi utama dalam membangun komunikasi yang efektif. Karena tidak ada persahabatan atau teamwork tanpa ada kepercayaan (trust), dan tidak akan ada kepercayaan tanpa ada integritas. Integritas mencakup hal-hal yang lebih dari sekadar kejujuran (honesty). Kejujuran mengatakan kebenaran atau menyesuaikan kata-kata kita dengan realitas. Integritas adalah menyesuaikan realitas dengan kata-kata kita. Integritas bersifat aktif, sedangkan kejujuran bersifat pasif.
Setelah kita memiliki fondasi utama dalam membangun komunikasi yang efektif, maka hal berikut adalah kita perlu memperhatikan 5 Hukum Komunikasi Yang Efektif (The 5 Inevitable Laws of Efffective Communication) yang kami kembangkan dan rangkum dalam satu kata yang mencerminkan esensi dari komunikasi itu sendiri yaitu REACH, yang berarti merengkuh atau meraih. Karena sesungguhnya komunikasi itu pada dasarnya adalah upaya bagaimana kita meraih perhatian, cinta kasih, minat, kepedulian, simpati, tanggapan, maupun respon positif dari orang lain.
Hukum#1:Respect
Hukum pertama dalam mengembangkan komunikasi yang efektif adalah sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan. Rasa hormat dan saling menghargai merupakan hukum yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain. Ingatlah bahwa pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita bahkan harus mengkritik atau memarahi seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaaan seseorang. Jika kita membangun komunikasi dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati, maka kita dapat membangun kerjasama yang menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan efektifitas kinerja kita baik sebagai individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim.
Bahkan menurut mahaguru komunikasi Dale Carnegie dalam bukunya How to Win Friends and Influence People, rahasia terbesar yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam berurusan dengan manusia adalah dengan memberikan penghargaan yang jujur dan tulus. Seorang ahli psikologi yang sangat terkenal William James juga mengatakan bahwa ”Prinsip paling dalam pada sifat dasar manusia adalah kebutuhan untuk dihargai.” Dia mengatakan ini sebagai suatu kebutuhan (bukan harapan ataupun keinginan yang bisa ditunda atau tidak harus dipenuhi), yang harus dipenuhi. Ini adalah suatu rasa lapar manusia yang tak terperikan dan tak tergoyahkan. Lebih jauh Carnegie mengatakan bahwa setiap individu yang dapat memuaskan kelaparan hati
ini akan menggenggam orang dalam telapak tangannya.
Charles Schwabb, salah satu orang pertama dalam sejarah perusahaan Amerika yang mendapat gaji lebih dari satu juta dolar setahun, mengatakan bahwa aset paling besar yang dia miliki adalah kemampuannya dalam membangkitkan antusiasme pada orang lain. Dan cara untuk membangkitkan antusiasme dan mendorong orang lain melakukan hal-hal terbaik adalah dengan memberi penghargaan yang tulus. Hal ini pula yang menjadi satu dari tiga rahasia manajer satu menit dalam buku Ken Blanchard dan Spencer Johnson, The One Minute Manager.
Hukum # 2: Empathy
Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain. Secara khusus Covey menaruh kemampuan untuk mendengarkan sebagai salah satu dari 7 kebiasaan manusia yang sangat efektif, yaitu kebiasaan untuk mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti (Seek First to Understand – understand then be understood to build the skills of empathetic listening that inspires openness and trust). Inilah yang disebutnya dengan Komunikasi Empatik. Dengan memahami dan mendengar orang lain terlebih dahulu, kita dapat membangun keterbukaan dan kepercayaan yang kita perlukan dalam membangun kerjasama atau sinergi dengan orang lain.
Rasa empati akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan (message) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerima pesan (receiver) menerimanya. Oleh karena itu dalam ilmu pemasaran (marketing) memahami perilaku konsumen (consumer’s behavior) merupakan keharusan. Dengan memahami perilaku konsumen, maka kita dapat empati dengan apa yang menjadi kebutuhan, keinginan, minat, harapan dan kesenangan dari konsumen. Demikian halnya dengan bentuk komunikasi lainnya, misalnya komunikasi dalam membangun kerjasama tim. Kita perlu saling memahami dan mengerti keberadaan orang lain dalam tim kita. Rasa empati akan menimbulkan respek atau penghargaan, dan rasa respek akan membangun kepercayaan yang merupakan unsur utama dalam membangun teamwork.
Jadi sebelum kita membangun komunikasi atau mengirimkan pesan, kita perlu mengerti dan memahami dengan empati calon penerima pesan kita. Sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologis atau penolakan dari penerima.
Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perseptif atau siap menerima masukan ataupun umpan balik apapun dengan sikap yang positif. Banyak sekali dari kita yang tidak mau mendengarkan saran, masukan apalagi kritik dari orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback) yang merupakan arus balik dari penerima pesan. Oleh karena itu dalam kegiatan komunikasi pemasaran above the lines (mass media advertising) diperlukan kemampuan untuk mendengar dan menangkap umpan balik dari audiensi atau penerima pesan.
Hukum # 3: Audible
Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Jika empati berarti kita harus mendengar terlebih dahulu ataupun mampu menerima umpan balik dengan baik, maka audible berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan. Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus disampaikan melalui media atau delivery channel sedemikian hingga dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan. Hukum ini mengacu pada kemampuan kita untuk menggunakan berbagai media maupun perlengkapan atau alat bantu audio visual yang akan membantu kita agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik. Dalam komunikasi personal hal ini berarti bahwa pesan disampaikan dengan cara atau sikap yang dapat diterima oleh penerima pesan.
Hukum # 4: Clarity
Selain bahwa pesan harus dapat dimengerti dengan baik, maka hukum keempat yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Ketika saya bekerja di Sekretariat Negara, hal ini merupakan hukum yang paling utama dalam menyiapkan korespondensi tingkat tinggi. Karena kesalahan penafsiran atau pesan yang dapat menimbulkan berbagai penafsiran akan menimbulkan dampak yang tidak sederhana.
Clarity dapat pula berarti keterbukaan dan transparansi. Dalam berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikap terbuka (tidak ada yang ditutupi atau disembunyikan), sehingga dapat menimbulkan rasa percaya (trust) dari penerima pesan atau anggota tim kita. Karena tanpa keterbukaan akan timbul sikap saling curiga dan pada gilirannya akan menurunkan semangat dan antusiasme kelompok atau tim kita.
Hukum # 5: Humble
Hukum kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Dalam edisi Mandiri 32 Sikap Rendah Hati pernah kita bahas, yang pada intinya antara lain: sikap yang penuh melayani (dalam bahasa pemasaran Customer First Attitude), sikap menghargai, mau mendengar dan menerima kritik, tidak sombong dan memandang rendah orang lain, berani mengakui kesalahan, rela memaafkan, lemah lembut dan penuh pengendalian diri, serta mengutamakan kepentingan yang lebih besar.
Jika komunikasi yang kita bangun didasarkan pada lima hukum pokok komunikasi yang efektif ini, maka kita dapat menjadi seorang komunikator yang handal dan pada gilirannya dapat membangun jaringan hubungan dengan orang lain yang penuh dengan penghargaan (respect), karena inilah yang dapat membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dan saling menguatkan.
Sedangkan untuk mengefektifkan komunikasi di luar perusahaan, sebelumnya wirausahawan harus membidik target yang sesuai. Ini tidak terlepas dari metode pemasaran yaitu segmenting,targeting dan positioning. Dengan cara mengenal dengan baik siapa yang akan kita berikan informasi kita dapat lebih mudah merencanakan sarana apa yang akan kita pakai, saluran komunikasi yang bagaimana yang akan mendukung agar target tercapai dan sebagainya.
Komunikasi memegang peran yang sangat penting dalam pencapaian target kinerja sebuah perusahaan, sebaik apapun produk atau jasa yang kita miliki jika tidak dikemas dengan pengkomunikasian yang efektif, menarik, dan tepat sasaran akan sangat sulit dapat diterima oleh pasar.
Bagi seorang wirausahawan, sebelum menentukan target ia harus terlebih dahulu menaksir peluangnya, proses menaksir peluang dapat dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi pemasaran. Metode pengumpulan informasi yang paling umum digunakan adalah survey, wawancara, dan observasi. Disini peran komunikasi yang efektif berperan sangat penting, jika proses komunikasi dilakukan dengan baik tentu informasi yang diperoleh akan terhindar dari bias. Kesalahan informasi yang diterima pada saat pengumpulan informasi pasar dapat menghasilkan produk atau layanan yang gagal, yaitu produk atau layanan yang tidak memenuhi ekspektasi konsumen.Karena proses inovasi merupakan proses yang harus selalu terjadi dalam dunia wirausaha, makan proses pengumpulan informasi pasar tentu saja akan sering dilakukan oleh perusahaan. Makin baik dan efektif komunikasi yang dilakukan perusahaan, makin sedikit pula inefisiensi yang mungkin terjadi. Kecilnya tingkat inefisiensi akan dapat meningkatkan kinerja dan performa perusahaan.
Sangat penting bagi wirausahawan untuk mengenal dengan baik target pasar sasarannya, kita harus dapat memberikan pengalaman yang baik sebelum, saat dan sesudah konsumen membeli produk kita. Pengenalan target yang baik dan mengetahui informasi yang akurat mengenai target sasaran sangat beruna pada saat kita akan menyusun strategi pemasaran. Pemasaran adalah ujung tombak perusahaan, sekali lagi peran komunikasi yang efektif dibutuhkan disini. Pesan yang akan diantar kepada konsumen harus dikemas sedemikian rupa agar dapat diterima oleh terget sasaran selain itu juga harus dikemas secara menarik agar konsumen tertarik untuk mengetahui isi pesannya.
Pengkomunikasian informasi mengenai produk yang telah kita buat haruslah memenuhi general purposes dalam menyampaikan berita. Pesan yang disampaikan haruslah dapat menginformasikan, membujuk,dan juga menghibur target konsumen.
Brand image dapat terbentuk oleh komunikasi, ingatnya konsumen akan produk kita juga dapat terjadi karena komunikasi yang unik dan intensif. Setelah dapat menginformasikan tentang keberadaan suatu produk, kita juga harus dapat membujuk dan menonjolkan keunggulan produk kita dibandingkan dengan pesaing.
Marketing mix atau disebut juga 4P, yaitu price, promotion, place, dan produk merupakan objek yang harus dikomunikasikan. Produk apa yang kita miliki, apakah kita menerapkan diferensiasi atau cost leadership. Tentu saja agar lebih efektif komunikasi harus membidik target tertentu, karena untuk melakukan komunikasi tentunya diperlukan sarana, bisa media cetak maupun elektronik. Hal ini membutuhkan biaya yang cukup besar, agar biaya yang dikeluarkan tidak sia-sia kita harus dapat mengantakan pesan dengan jelas.
Jika konsumen telah menangkap pesan kita diharapkan konsumen akan tertarik dan melakukan pembelian. Tugas kita tidak hanya sampai disitu, kita tetap harus menjaga komunikasi dengan konsumen. Konsumen harus mendapatkan after sale service yang baik agar tercipta kepuasan pelanggan. Pelanggan yang puas tadi diharapkan akan melakukan pembelian lagi dan bersikap loyal kepada produk kita, pelanggan yang loyal adalah asset perusahaan yang utama. Pelanggan yang loyal akan terus memberikan profit untuk perusahaan, bahkan mungkin juga mereka menjadi komunikator akaun keunggulan produk atau layanan kita sehingga tugas pengkomunikasian kita akan sedikit ringan karena pada umumnya masyarakat akan lebih mempercayai orang yang dianggap tidak memiliki kepentingan apapun terhadap penjual produk ketimbang produsen yang mungkin dianggap akan hanya menonjolkan keunggulan dan menutupi kekurangan produknya.Publik judgement dan image adalah sesuatu yang harus kita bentuk dengan susah payah dan tidak mudah., namun kedua hal ini dapat menjadi senjata tangguh untuk menghadapi para pesaing. Sebagai wirausahawan mungkin akan sulit untuk langsung membentuk brand image ataupun publik judgement yang baik, karena industri wirausaha umumnya termasuk industri kecil dan mikro maka untuk langsung menyedot perhatian masyarakat akan sangat sulit. Bahkan untuk melakukn penetrasi pasarpun akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Kecuali jika kita dapat menciptakan produk yang benar-benar unik dan langsung disukai oleh masyarakat contohnya brownis amanda. Jika berhasil melakukan penetrasi pasar dengan baik kita harus terus melakukan inovasi, inovasi adalah kunci yang dapat terus membuat industri kecil terus berkembang dan kunci untuk mengatasi market follower yang akan meniru produk kita.
Dalam menyokong perkembangan bisnis wirausaha komunikasi bisnis memegang peranan yang sangat penting, baik untuk mencari informasi mengenai target pasar yang menjadi sasarannya maupun menginformasikan produk yang telah kita produksi, setiap feedback yang diberikan oleh konsumen berguna untuk melakukan inovasi dan penyempurnaan produk yang sudah ada menjadi produk yang lebih baik sesuai dengan ekspektasi konsumen.
IV. KESIMPULAN
Dari latar belakang, landasan teori dan analisa diatas dapat kita hubungkan dengan topik bahasan kita yaitu peran komunikasi yang efektif dalam perkembangan bisnis wirausahawan.Dari hasil analisis dan referensi yang cukup memadai dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Wirausaha adalah isu yang sedang merebak, bahkan diramalkan 10 tahun dari sekarang sebagian besar orang lebih memilih berwirausaha ketimbang bekerja di suatu perusahaan.
2. Komunikasi yang efektif merupakan key sukses factor baik dalam bisnis,berorganisasi, kegiatan-kegiatan maupun keberhasilan suatu team work.
3. Komunikasi penting untuk menciptakan kesinergisan didalam sebuah organisasi dimana didalamnya terdiri dari hierarki-hierarki jabatan. Terutama untuk organisasi kecil yang umumnya dimiliki oleh wirausahawan, karena kecil maka ketergantungan antar anggota organisasi lebih kuat maka jika tidak diisi dengan komunikasi yang efektif akan menciptakan iklim kerja yang tidak kondusif yang pada akhirnya akan berdampak pada kinerja pegawai.
4. Komunikasi juga Sangat berpengaruh terhadap pihak-pihak diluar perusahaan, pengemasan komunikasi agar efektif, menarik, persuasif dan tepat sasaran akan menjadi strategi pemasaran yang baik. Komunikasi juga sangat berperan penting terhadap pengumpulan informasi pasar, komunikasi yang dilakukan dengan consumen harus dilakukan dengan efektif agar informasi yana diperoleh tidak bias.
5. Jika pengumpulan data berjalan baik diharapkan proses inovasi diperusahaan dapat terus berjalan, diharapkan produk yang dihasilkan semakin lama makin pendekati ekspektasi konsumen sehingga konsumen menjadi puas, loyal dan berujung pada peningkatan profit perusahaan.
Referensi
§ L. Bovee Courtland, V Thill Jhon, 2005, Business communication, 3rd edition.
§ Chairiawaty, 2007, Public Speaking-the art of speaking, Bandung.
§ Djoko Purwanto, 2005, Komunikasi Bisnis, edisi ke-2.
§ Yuyun Wirasasmita, 2007, Extended Handout Kuliah ISK, Bandung.
§ Yuyos Suryana, 2007, Ilmu dan Seni Kewirausahaan, Bandung.
§ Poter, 2006, Manajemen Pemasaran,Jakarta.
§ Stephen R. Covey, The 7 Habits of Highly Effective People, and John R. Covey, Stephen's brother.
§ Sutrisna Dewi, 2007, Komunikasi Bisnis, ISBN, Jakarta.
§ Siswanto Sutojo, Michael Setiawan, 2003, Komunikasi Bisnis yang efektif,Damar Mulia Pustaka, Jakarta.
§ http://en.wikipedia.org/wiki/Marketing
§ http://www.sinarharapan.co.id
§ http://en.inline.or.id
§ http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Corporate_communication&action=edit
§ http://en.wikipedia.org/wiki/Employee_engagement
§ htpp://en.What will the world look like in 2017 - Nightly News with Brian Williams - MSNBC_com.htm
§ http://www.inc.com/gems/
§ http://www.wirausaha.com/
§ http://www.dunia-wirausaha.com/
§ http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/mandiri/2005/0222/man01.html
§ http://www.swa.co.id/sekunder/kolom/manajemen/organisasi/
§ http://www.e-psikologi.com/wirausaha/mtv.htm
§ http://www.organisasi.org/teknologi/
§ http://www.andriewongso.com/artikel/view.php?ArtCat=1
§ http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0704/11/0902.htm
§ http://milis-bicara.blogspot.com/
§ http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=7&id=146023&kat_id=105&kat_id1=232&kat_id2=236
§ http://www.kapanlagi.com/a/0000002334.html
Friday, August 31, 2007
Subscribe to:
Posts (Atom)